Jumat, 30 Mei 2008

Mati Lampu Atau Mati Listrik?

ketika ruangan terdengar berisik karena suara mesin pencetak hasil dari pekerjaan dari komputer bekerja, tiba - tiba semua menjadi hening. "Waa.... malah mati listriknya" teriak salah seorang pengunjung.

"Mati lampu tho mbak?" tanya pengunjung yang baru datang.

Mati lampu itu sebenarnya salah. Dari dulu lampu juga sudah mati karena lampu adalah benda mati. Lalu kata yang tepat? Pemadaman aliran listrik barangkali adalah kata yang pas untuk keadaan yang demikian, meski pada kenyataannya masyarakat disekitar tempatku tinggal kata mati lampu atau mati listrik sudah cukup populer.

Coba saja kalau ada yang tanya "Mbak bisa minta tolong untuk menyalin ini?" lalu aku jawab "Wah maaf pak, sedang ada pemadaman aliran listrik" pastinya mereka butuh waktu lama untuk menangkap maknanya.
jadi

Mati lampu, mati listrik, atau pemadaman aliran listrik?

Apapun itu, sama - sama mengartikan bahwa aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku yang menumpuk.

Kunci rejeki adalah berusaha, diiringi dengan istighfar dan ketakwaan.



Baca Selengkapnya...

Senin, 19 Mei 2008

LEK KHUDORI'KU( Semoga rasa sayangku tetap terjaga semata karenanNya)

Aku menamakannya Lek Khudori (meski kupanggil dalam hati). dialah kurasa yang kurang lebih 3 tahun ini kucari. Sosok seorang Lek Khudori. Mungkin aku terlalu muluk, terobsesi (atau entah apalah namanya) dengan novel karya Abidah El Qalielqy (Perempuan Berkalung Sorban). Tapi terlepas dari semua itu, ada perasaan yang benar - benar nyaman didalam hatiku. Sementara yang lain hanya atua aku menghormatinya seperti sebutan yang kupanggilkan untuknya. Bahkan tak pernah sekelumitpun kata terucap mewakili perasaanku (meski itu kuucapkan disaat aku sendiri).

Aku telah terikat apda seubah janji dengan seseorang, tapi aku bukanlah orang yang mudah memungkiri perasaan. Aku tak ingin melawan rasa. Kau tau? Aku begitu bahagia sekali ketika Lek Khudori'ku memberi kabar via sms, bahwa dia telah menemukan tambatan hatinya. Semalaman aku tak bisa tidur membayangkan wanita itu. Pastilah dia wanita pilihan, yang lembut, anggun, kaffah, serta kadar keimanannya sebanding dengan Lek Khudori'ku. Bagaimana mungkin aku bisa menyamainya? Tapi semalam aku menangis, aku takut kehilangan Lek Khudori'ku. Aku merasa akan semakin jauh dengannya, karena sosok Nisa disampingnya. Kubayangkan tak akan ada lagi manja - manja, isik - isik, ndepel - ndepel, huuugs... Nisa akan mencuri perhatiannya dariku.

Aku dengan sepenuh kesadaranku tahu. Bahwa apa yang aku rasakan ini bukanlah rasa yang sekedar rasa seorang wanita kepada lawanjenisnya. Sungguh tak mampu aku membayantkan bermesraan layaknya kekasih. Hal terindah yang kubayangkan bersamanya adalah ketika aku duduk dihadapannya atau disampingnya sambil mendengarkan nasehat - nasehatnya, menerima ilmunya, menikmati tatapannya yang teduh, berdebat kecil, bercerita tentang kesederhanaan. Rasioku kembali bergerak, bukankah dulu aku pernah memberikan solusi untuk kasus semacam ini pada salah satu adikku? Bahwa perasaan ini semata - mata adalah rasa takut kehilangan perhatian. Dan tentunya Waktulah yang akan menjadi penyembuhnya.
Lek Khudori'ku, bilakah waktu - waktu yang seperti dulu akan selalu jadi milikku?

"Semoga malam - malam, setelah berpisah, akan menyatukan kita dalam bayang - bayang rengkuhan itu"

Baca Selengkapnya...

Minggu, 11 Mei 2008

Reunian

Test, akhirnya aku buat blog baru lagi. Setelah sekian lama beristirahat dari kepenatan yang menghimpit. Sekarang memang masih sama saja. Tapi begitu aku melihat blog teman2 yang rajin sekali mengisi jadi iri rasanya bisa menuangkan segala apa yang dirasakan dalam lembar elektronik ini. Mau melanjutkan blog yang dulu aku lupa user id dan passwordnya. Anyway.... WB my self to the cyberworld.


Baca Selengkapnya...

Labels



English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
gOOgle Translate

litle_naoko

    © p e m i m p i. bLog by nin manis Pemimpi 2009

Back to TOP