Rindu
untuk menggenggam jemarimu
Rindu
berdiri berdua
menatap senja bersama
itu saja
meski hanya itu saja
Rindu
pada sesuatu yang belum pernah
aku dan kamu mengalaminya
Baca Selengkapnya...
Kamis, 18 Juni 2009
Rindu
Senin, 08 Juni 2009
Orang Bijak Bertanya
Orang bijak bertanya “Awak lagi loro, kerjo kie nggolekke sopo” (badan sedang sakit, kerja untuk mencukupi siapa?) ya untuk mencukupi kebutuhan diri sendiri lah, kalau diri sendiri sudah terpenuhi, baru mencukupi kebutuhan orang disekitar kita yang paling dekat, keluarga misalnya.
Namun ada kalanya orang lain tak mengerti (atau mungkin tidak mau mengerti ya) bahwa sebenarnya kita itu “kewalahan” mengatasi segala rutinitas dalam hidup kita. Mereka hanya tahu bahwa kita bekerja dalam keadaan yang enak, menyenangkan, dengan uang yang “menurut perhitungan mereka” lebih dari cukup.
Apalagi bila hal itu terjadi dalam sebuah lingkungan kecil (keluarga, red) dimana berpenduduk “lebih”, sementara “sumber penghasilan” hanya satu orang saja. Yang minta itu lho enak, yang dimintai yang enak gak enak. Terlepas dari itu semua, kalau “sumber keuangan” lingkungan kecil itu menjalaninya dengan hati yang ikhlas, Insya Allah semua akan terasa ringan.
Tetapi bukankah setiap orang memiliki irama hidup yang berbeda, termasuk “sumber keuangan” keluarga. Dimana dia juga membutuhkan “penyegaran”, dimana sesekali tubuh mereka memberikan peringatan kalau tubuh itu sudah over load. Kalau yang sesekali itu mendapatkan permakluman dari yang lain hmmm.....
Itulah sebabnya aku selalu ingat dengan nasehat orang bijak (sapa ya orang bijaknya?) kalau orang itu sawang sinawang dimana rumput tetangga lebih hijau dan subur daripada rumput dihalaman rumah kita sendiri. Kok jauh amat pembahasannya ya... (set mode on garuk-garuk kepala). Kalau aku sich... kerja buat diriku sendiri, (niatnya sich) tapi begitu liat charlie angels ku di Salatiga sana, rasanya pengen aku borong semua buat mereka hahahahahaha. Lup U my sister’s.
Baca Selengkapnya...
Sabtu, 30 Mei 2009
Setetes Harap
Ya Allah...
Sampaikan padanya bahwa aku tak pernah bermaksud untuk melukai hatinya,
aku tak bermaksud untuk membuatnya ingat pada sesuatu yang membuatnya ingat
pada sesuatu yang membuat dia sedih
Sampaikan padanya bahwa aku senang mendengar tawanya yang kadang hadir tanpa alasan
Ya Allah...
Sampaikan padanya bahwa jiwa yang menulis ini,
sebenarnya tak mampu membohongi dirinya sendiri
Bahkan kadang aku terlena dengan anganku tentangnya
Ya Allah....
Sampaikan padanya bahwa dalam lenaku,
aku merasa takut kepadaMu, takut tak mampu menjaga rasa sayang
yang Engkau karuniakan padaku
Ya Rahman...
Aku ingin mencintai dan merindukannya karenaMu dan atas ridhoMu
Ya Qudus...
Sampaikan padanya bahwa jiwa yang menulis ini mendambanya untuk hadir,
tak hanya dalam maya, tapi juga nyata
Hadirkan dia Ya Rabbul 'Izati... sebagai suami
Baca Selengkapnya...