Selasa, 21 April 2009

Where Do You Go?


Ini tentang seseorang yang sangat baik (menurutku) bersahaja sekali. Seseorang yang sanggup menyimpan rasa dukanya, yang menutupi kegelisahannya dengan senyum tulus dan sabar.
Terakhir meminjamkan telinga, hati dan bahunya padaku kurang lebih 1 tahun yang lalu meskipun lewat saluran telepon. Kalau aku sedih dan putus asa, salah satunya yang aku ingat adalah orang ini. Dia termasuk orang-orang yang menaruh harapan besar padaku. Bukan harapan supaya aku sukses, kaya lantas membantunya. Tetapi harapan melihat aku bahagia.
Kalau dia seorang suami, aku yakin dia bakal jadi suami yang SIAGA (wah sampai segitunya). Karena dulu dia selalu SIAGA saat aku membutuhkannya. Dia juga tidak melarangku untuk menangis. Malah aku dimintanya untuk menangis sampai aku merasa lega. Setelah itu biasanya dia akan menyuruhku berkaca. melihat wajah jelek berhias mata sembab dan kusut.
Dia yang menangis haru ketika menerima tanda sayang dariku sebagai saudara. Dia yang aku kagumi karena "lugu" nya. Dia dan kebersahajaannya. ASNAWI.
kalau ada yang tahu, hubungi Nin ya...


Baca Selengkapnya...

Senin, 20 April 2009

Gerimis di Pagi Hari

Gerimis bukan menangis. Hanya mencoba menyentuh hijaunya rumput. Mengakrabkan diri dengan embun, salah satu cikal bakalnya air hujan. Menikmati rasa tergelincir dari kuncup - kuncup mawar. Dan membulat di ujung - ujung bunga desember. Gerimis bukan kesedihan. Melainkan kedamaian. Dia tak menghentikan kicauan burung atau kokok ayam. Gerimis adalah senyum dan tawa dari bocah - bocah desa yang berebut payung dengan saudaranya. Dari bapak - bapaknya yang duduk santai, memandang keluar sambil minum kopi. Gerimis berarti bagi bayi yang di peluk hangat oleh ibu. Gerimis adalah nyanyian alam. Satu dalam seribu nyanyian alam. Hanya mencoba membantu matahari untuk beristirahat sejenak.

Postingan ini adalah postingan lama dari blog-blog Nin terdahulu (emang punya berapa blog?). Gak tau, seneng aja dengan postingan yang satu ini, meski saat aku mempostingnya untuk kesekian kali pagi ini bukanlah pagi yang gerimis.


Baca Selengkapnya...

Minggu, 19 April 2009

Apa?

Jarang aku merasa menang. Seringnya aku merasa kalah. Kalah dengan keadaan, sampai akhirnya aku hanya menerima apa yang aku terima sekarang. Aku jalani (rasanya) tanpa ada usaha apapun untuk keluar dari keadaan seperti ini. Barangkali memang benar.
Rasanya terlalu istimewa bila sesuatu yang aku alami ini dinamakan ujian. Sementara imanku masih lemah, ilmuku masih terbatas dan amalku masih sedikit. Tak pantas aku menerima ujian-Mu Ya Rabb...
Sesungguhnya inilah caraMu untuk mendidikku, melatihku menjadi pribadi yang teguh hati dan mandiri. Wallahualam...


Baca Selengkapnya...

Labels



English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
gOOgle Translate

litle_naoko

    © p e m i m p i. bLog by nin manis Pemimpi 2009

Back to TOP